Posts

Rindu (Sebuah Cerpen)

Image
  Rindu oleh Yulia Sutjahjono (Courtesy Pinterest) Hari itu adalah hari yang panas di bulan Ramadhan. Aku sedang berjalan ketika tiba-tiba mataku tertuju pada satu pemandangan yang mungkin biasa dilihat oleh semua mata manusia dimuka bumi ini, namun ini berbeda untukku. Kala itu aku sedang dalam perjalanan pulang dari kampus menuju kediamanku. Sambil mengotak-atik handphone-ku, aku seakan terpesona dibuatnya. Dimataku, ini lebih dari sekadar nyata, dan ini lebih indah. Awalnya aku mencoba mengabaikannya, namun pemandangan itu seakan menginginkan aku mengarahkan kaki kanan dan kiriku untuk menghampirinya. Nafsuku akan handphone dan bermalasan-malasan dengannya pun ku sudahi, dan aku memutuskan untuk mengajak kedua kaki ku ke arah pemandangan yang ku sebutkan indah dan berbeda tadi. Pemandangan itu adalah sesuatu yang suci, sesuatu yang bisa membuat semua manusia hanya dalam sekejab mengingat akan kebesaran Allah SWT, dan dalam sekejab pula mengingat akan seseorang yang mungki...

Bonjour, La Nuit! (French Short Story)

Image
Note: This following short story was intentionally created to be competed in FBS Award (of my college almamater) in 2012 and gratefully I receive as 2nd Runner Up for the category of Best Short Story in French. Bonjour, La Nuit! par Yulia Tricahyaningtyas (Courtesy Pinterest)   “Le Loup! Le Loup!”, Ils lui appellent fortement. Il fait se taire et préférer marcher rapidement à sa classe. Il s’appelle Juan Ruiz. Il habite aux environs de ville abominable au Mexique. Il a 15 ans. Il vit avec son père seulement. Sa mère est morte parce qu’elle a été écrasée par une voiture d’une rue à Mexico City, quand elle travaillait là. Il est un lycéen, mais il travaille au bar où son père travaille aussi. Il travaille comme le serveur qui sert les cuisines aux clients. Sa vie est très différente, parce qu’il ne travaille pas au bar comme d’habitude, mais au bar dans le bordel. Il commence sa vie et ses rêves à la nuit. C’est pourquoi tous les amis lui appellent “Le Loup”, parce qu’il vit ...

Comme Un Chef (French Short Story)

Image
  Comme Un Chef Créée par : Yulia Tricahyaningtyas (Courtesy Pinterest)   “Deux Risotto ai Fiori pour la table 3, s’il vous plait!” J’entends la voix hurlement jusqu’à en dehors de la cuisine. La cuisine du restaurant est très près de ma table vraiment, mais, regardez-les ! Ici, c’est très foule car il y a beaucoup des clients, et les serveurs sont occupé noter les commandes des clients. Ce soir, j’assieds à la table de numéro 7. Comme d’habitude, je sors de mon appartement et prendre le dîner ici seulement. Il est situé à la Rue Descartes, Paris, cinq blocs de mon appartement. Ce restaurant est spécial parce qu’il offre la cuisine italienne. Je ne m’ennui pas prendre le dîner ici, parce qu’il est très confortable, en plein des lumières romantiques toute la nuit, et il n’est pas très cher. Il y a beaucoup les choix qui sont près de mon appartement, mais je préfère marcher plus loin pour manger au restaurant qu’il s’appelle « El Moretti ». Il a autant de clie...

Kumpulan Review Film

Image
 KUMPULAN REVIEW FILM OLEH YULIA SUTJAHJONO (Courtesy Pinterest) 1. "Saving Private Ryan" 2. "The Terminal" 3. "Elysium" 4. "Gravity" 5. "We're The Millers" 6. "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk" 7. "Home Alone" dan "El Dia Que Resistia"

"Di Balik Badai"

Image
  "Di Balik Badai" oleh Yulia Sutjahjono (Courtesy Pinterest)   Mendengar kicauan dipagi ini Aku terbangun menyisakan mimpi indah Mimpi yang menunjukkan ku sebuah jalan Jalan indah menuju masa depan   Ku pasang tali sepatu lalu mengangkat tubuh ini Ke tempat aku berpijak untuk mencapai jalan mimpi itu dan berkumpul dengan wajah-wajah ceria yang juga akan menggapai mimpi dan harapan yang sama   Mulai kini, kaki ini Adalah kawan yang akan menemani jiwaku menapakkan jejak sejarah Saat ini mata ini Akan membawaku melihat betapa indahnya masa depan Semua itu hanya bisa di gapai dengan kesungguhan hati Untuk satu tujuan, yakni Menggapai jalan mimpi yang indah…   Ketika terlelap dibawah cahaya bintang Dan mimpi itu muncul kembali Namun terlalu banyak jalan terjal untuk menggapainya Juga banyak jalan berliku yang menghampiriku   Ketika terbangun dari jalan mimpi yang menyulitkan itu Seakan aku menemukan jawaban yang...

"Lagi-lagi, Aku Tak Suka Puisi Cinta"

Image
  "Lagi-lagi, Aku Tak Suka Puisi Cinta" oleh Yulia Sutjahjono (Courtesy Pinterest) Sedang apakah semua kegundahan ini? Antara jiwa dan raga tak dapat berdiskusi dengan baik Tapi aku yang saat ini berdiri dengan usia yang tak lagi remaja Krisis itu sekarang menghantuiku… Ku coba penjamkan mata, dan kubayangkan apa yang kan terjadi beberapa abad mendatang Alam semesta masih ingin agar namaku terpatri dalam tanah bumi Agar semua raga mengenalku… Dan aku akan menjadi sejarah… Lalu ku buka mataku Melihat kenyataan bahwa aku masih berdiri dengan setumpuk ilmu yang harus kuperjuangkan Dan ku berikan pada jiwa-jiwa yang haus akan misteri alam semesta… Ketika aku diberikan pilihan Apakah sejarah atau cinta? Dan aku ingin mencari perlindungan Namun kepada siapa? Alam semesta ingin aku memeluk sejarah agar aku menjadi sejarah Namun bumi menginginkan aku memeluk lika-liku percintaan yang munafik Dan ketika aku ingin menihilkan keduanya, aku tidak bis...

"Puisi Cinta Yang Berlalu"

Image
  "Puisi Cinta Yang Berlalu" oleh Yulia Sutjahjono (Courtesy Pinterest)   Puisi itu berlalu Melewati semua cerita yang ada di masa lalu Lalu aku berdiri kembali hingga senja di depan mata lagi Semesta ini satu Lalu apa lagi yang kau tunggu? Disini hanya ada aku dan dirimu Maka bersahabatlah dengan cacian-cacian itu Aku bukanlah seromansa cinta Bukan pula secinta romansa Karena mencintai engkau aku ada Dengan atau tanpa puisi cinta Aku pernah berkata maka aku tak suka puisi cinta Dengan mata terpejam aku berhenti sejenak Mengapa aku berkata demikian? Sedangkan ratusan kali hati mengucapkan cinta Kepada hati yang gundah, aku siap dicinta Meski banyak puisi cinta dicipta Maka takkan ku tolak cintanya Aku yakin ia ada di sekilingku Mendekapku dengan rayuan puisi cinta didalam hati Namun tak sempat terucap hari ini Maka aku masih menunggumu disini Bebaskan aku dari kecemasan ini Dua dasarwarsa itu telah ku lalui Namun takkan je...